Sabtu kelabu, malam minggu yang indah..

Kalau lihat judul di atas, terlihat agak absurd. Bagaimana sabtu yang kelabu bisa menjadi malam minggu yang indah? Sabtu ini aku menjalani hari tanpa aktivitas. Lihat kanan kiri, yang terliha hanya tumpukan debu yang harusnya dibersihkan, daripada jadi penyakit. Tapi anehnya, aku tetap enjoy dengan keadaan seperti ini :D. Secangkir kopi, baju bali, laptop menyala, handphone yang abis batre dan pulsa, jadi kenikmatan sendiri.

Kelabu karena diri sendiri yang membuatnya kelabu. Acara males makan bikin pacar ngomel2 di Yahoo! Messenger. Kelabu karena nggak ada kerjaan, jadi ngerjain yang belum selesai dikerjakan saja! Membuka lagi kerjaan ‘report’ yang lumayan #menyenangkan itu. Nggak tuntas! Why? Internet lemot, perut lapar, badan bau. MANDI! malas #monolog

Di atas tv terdapat setumpuk roti gandum yang sudah kuhabiskan 5 helai hari ini. Apa makan itu saja ya, sampai besok? Mau telfon Mcd, tapi nggak ada pulsa. Daripada telfon Mcd, mendingan delivery Es Teler 77 #eh.

Jam 4.10

Belum ada tanda-tanda makanan berat masuk perut. Tubuh mulai lemas, tapi masih bisa ngeblog untuk menuangkan kerandoman di Sabtu yang kelabu ini. Malam minggu yang indah, karena akhirnya berhasil enjoy dengan me time! Rest all day long tanpa harus basa basi. lirik lagi ke kanan, meratapi sebungkus Lays dan Love Juice yang dari tadi udah abis. Well, sepertinya hari ini sudah makan cukup banyak. Roti, Lays, dan Love Juce 100ml. Cukup lah yah.

Kerandoman kembali terjadi.

Jadi inget filmnya the way back. Mereka aja bisa ngga makan berbulan-bulan, dan menempuh jarak berjuta-juta kilometer (Serbia to India). Masa segini aja aku udah kelaparan? Kalau nonton film itu, jadi inget bahwa kita sebagai umat manusia harus bisa lebih menghargai hidup. 😀

Advertisements