Longing

Kemarin. kulihat awan membentuk wajahmu.desau angin meniupkan namamu. tubuhku terpaku semalam. bulan sabit melengkungkan senyumu. tabur bintang serupa kilau auramu. aku pun sadari. ku segera berlari. cepat pulang. cepat kembali jangan pergi lagi. firasatku ingin kau tuk cepat pulang. cepat kembali jangan pergi lagi. akhirnya. bagai sungai yang mendamba samudera kutahu pasti kemana ku kan bermuara semoga ada waktu sayangku. ku percaya alam pun berbahasa. ada makna dibalik semua pertanda. firasat ini. rasa rindukah atau kah tanda bahaya. aku tak peduli ku terus berlari. cepat pulang. cepat kembali jangan pergi lagi. firasatku ingin kau tuk cepat pulang. cepat kembali jangan pergi lagi. dan lihatlah sayang hujan turun membasahi seolah tuk berakhir. cepat pulang. cepat kembali jangan pergi lagi. firasatku ingin kau tuk cepat pulang. cepat kembali jangan pergi lagi.firasatku ingin kau tuk cepat pulang. pulang. aku pun sadari. engkaulah firasat hati. (marcell – firasat)

And I’ve been keeping all the letters that I wrote to you Each one a line or two “I’m fine baby, how are you?” Well I would send them but I know that it’s just not enough My words were cold and flat And you deserve more than that.

Love, nanath

Advertisements