Tentang Menikah

Bertemu dengan sahabat, dan bercerita tentang hal-hal serius memang menyenangkan. Begitu pula yang terjadi kalau aku ketemu sama Iren. Sahabat, ibu hamil, dan pengusaha yang sangat clumsy itu terkadang bisa juga memberikan inspirasi dan juga beberapa pertimbangan yang cukup persuasif untuk bertindak.

Hari ini banyak ngobrol tentang beberapa hal menarik tentang hidup. Siapa sangka, Iren yang begitu ceroboh dan kekanakanakan sekarang sudah menjadi Ibu hamil dengan umur kandungannya yang sudah masuk 3 bulan. Dia sangat bersyukur bisa menikah muda, karena baginya apalagi yang mau dicari dalam hidup ini selain kebahagiaan dalam keluarga. Well, memang sih kebahagiaan yang di dapatkan oleh seseorang itu sifatnya relatif.

MENIKAH

Di umur yang cukup muda (23) Iren sudah memutuskan untuk menikah dan hamil. Untukku, itu adalah umur yang sangat muda untuk memulai semua itu. Tapi jujur saja, aku juga nggak mau terlalu tua untuk memulai semua itu. Minimal di umurku yang ke 24, aku sudah bisa menetapkan siapa yang kelak akan menjadi suamiku.

Dulu aku pernah punya mimpi untuk menikah di umur 24 tahun. Aku selalu ingin menjadi ibu muda yang sudah punya anak di umur muda. Mungkin bagi sebagian besar cewek bilang “sayang banget masa muda lo! Ngapain nikah muda! Kejar dulu mimpi lo! Berkarir dulu lah!” bla bla bla bla. Tapi apakah dengan menikah dan punya anak, kita tidak bisa mengejar mimpi kita?

Aku percaya bahwa apapun status kita, kita akan selalu bisa mengejar karir kita.

NASIHAT IBU

Ibu selalu bilang, bahwa kita harus bisa memikirkan dengan matang ketika kita mau menikah nanti. Apakah kita sudah mampu untuk bekeluarga, sudah mampu mengurus suami, sudah mampu menjadi dewasa, sudah mampu membiayai satu sama lain, sudah mampu memiliki tempat tinggal yang layak, sudah mampu beribadah dengan baik. Jangan sampai kita menikah hanya karena nafsu semata, tanpa memikirkan hal-hal di depan itu semua.

“minimal, kamu harus bisa memprediksi hal terburuk yang akan terjadi 10 tahun kedepan dari kamu menikah” – Ibu

Ibu juga selalu bilang, bahwa apapun yang terjadi, jangan pernah kita membayangkan sesuatu dari sisi positfnya terlebih dahulu. Soalnya, membayangkan yang indah-indah itu sangat gampang! semua orang bisa. Hal yang paling sulit adalah membayangkan sisi negatifnya, dan bagaimana jika semua itu terjadi, apa yang harus kita lakukan, apakah kita bisa ikhlas atau tidak.

“Menjadi kaya itu gampang. Semua orang bisa menjalani hidup dengan menjadi orang kaya.Β  Tapi, ketika kamu menjadi fakir miskin, maka belum tentu kamu bisa menjalaninya” – Ibu

Intinya, ibu selalu bilang untuk selalu memikirkan baik-baik akan jalan yang kutempuh. Jangan sampai salah. Jangan sampai tidak tepat sasaran. Ikuti kata hati, dan jangan terlalu terburu-buru.

RENCANA HANYALAH RENCANA

Terkadang apa yang kita rencanakan tidak selalu sesuai dengan apa yang kita dapatkan. Jangan ambil contoh besar deh! Diet aja contohnya. Misal hari ini berencana untuk berdiet dan mengurangi makanan, maka dietnya selalu gagal, dan berjanji dengan tekad yang sama untuk keesokan harinya, lalu gagal lagi.

Umurku yang sekarang masih 22 tahun berencana untuk menikah di umur 24. Aku masih punya 1 tahun lagi untuk berpikir matang-matang. Apakah aku bisa mencapat target dan bisa menikah di umurku yang ke-24? Atau malahan lebih?

Rencana hanyalah rencana. Aku hanya bisa berencana dan hanya Ia yang bisa menentukan kapan aku bisa dipinang jodohku kelak. Siapa pun itu.

Love, nanath

Advertisements